Pemkot Pekanbaru mendorong pondok pesantren mengoptimalkan lahan kosong untuk pertanian produktif melalui dukungan alat, pupuk, dan pendampingan kelompok tani guna memperkuat ketahanan pangan serta kemandirian pesantren.
PEKANBARU – Pondok pesantren di Kota Pekanbaru didorong mengembangkan pertanian produktif dengan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan pendidikan. Program ini diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antara pesantren, kelompok tani, dan pemerintah sekaligus menjadikan sektor pertanian sebagai kegiatan produktif di luar aktivitas pendidikan keagamaan.
Wakil Wali Kota (Wawali) Pekanbaru Markarius Anwar menyampaikan dorongan tersebut saat menghadiri panen raya jagung pipil di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lahan pertanian di pesantren tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan Islam lainnya yang memiliki lahan belum dimanfaatkan.
“Kegiatan pertanian di lingkungan pesantren kami harapkan dapat menjadi percontohan bagi pondok pesantren lainnya yang masih memiliki lahan kosong,” kata Markarius, Kamis (5/11/2026), sebagaimana diberitakan Detik, Kamis, (05/11/2026).
Panen jagung pipil tersebut merupakan tahap kedua dari kegiatan pertanian yang dikembangkan Pondok Pesantren Khairul Ummah 2. Sebelumnya, pihak pesantren telah memanen jagung manis yang ditanam lebih dahulu.
Meski luas lahan yang tersedia tidak terlalu besar, pengelolaannya dinilai dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Selain jagung, lahan kosong di lingkungan pesantren juga berpotensi dimanfaatkan untuk menanam komoditas lain, seperti kacang tanah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan pertanian pesantren melalui kerja sama dengan kelompok tani di sekitar lokasi. Dukungan tersebut mencakup peminjaman peralatan pertanian untuk membantu proses pengolahan lahan.
Selain fasilitas peralatan, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) juga telah menyalurkan bantuan pupuk untuk mendukung pertumbuhan tanaman jagung pipil di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pertanian tersebut mengandalkan pembagian peran antara pesantren dan kelompok tani. Pihak pesantren menyediakan lahan, sedangkan kelompok tani membantu pendampingan teknis, mulai dari pengolahan tanah hingga proses penanaman.
“Kami siap mendukung pengembangan pertanian di lingkungan pesantren melalui kerja sama dengan kelompok tani di sekitar lokasi,” kata Markarius.
Ia menegaskan, pengembangan pertanian pesantren membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara optimal.
“Pesantren tidak bekerja sendiri. Ada kelompok tani yang mendampingi dan membantu pengolahan lahan. Alat-alatnya juga kami bantu. Inilah bentuk kolaborasi antara pondok pesantren, kelompok tani, dan pemerintah,” tutupnya.
Melalui pola kerja sama tersebut, Pemkot Pekanbaru berharap semakin banyak pesantren yang mengoptimalkan lahan kosong menjadi area pertanian produktif. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, inisiatif ini berpotensi memperluas kegiatan ekonomi pesantren sekaligus memperkuat keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan dalam mendukung sektor pertanian daerah. []
Redaksi 01