TORKHAM – Aktivitas kemanusiaan di perbatasan Afghanistan-Pakistan kembali terancam menyusul meningkatnya pertempuran di sekitar jalur penyeberangan Torkham. Situasi tersebut membahayakan ribuan pengungsi yang pulang ke negara asalnya, bahkan telah menimbulkan korban jiwa dan melukai seorang pekerja kemanusiaan.
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, seorang anak dari masyarakat setempat meninggal dunia, sementara seorang pekerja kemanusiaan yang membantu proses kepulangan pengungsi mengalami luka-luka akibat bentrokan pada Rabu (28/10/2026).
Meningkatnya eskalasi konflik juga berdampak langsung terhadap operasional bantuan kemanusiaan. Sebelumnya, kondisi keamanan memaksa penutupan sementara jalur perlintasan Torkham dan pemindahan sejumlah layanan yang disediakan oleh mitra-mitra kemanusiaan.
Gangguan tersebut menjadi perhatian serius karena Torkham merupakan salah satu jalur utama kepulangan warga Afghanistan dari Pakistan. OCHA mencatat, lebih dari 600.000 orang telah melintasi perbatasan itu selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut setara dengan hampir 85 persen dari seluruh kepulangan pengungsi Afghanistan yang tercatat dari Pakistan pada periode yang sama.
Di tengah situasi keamanan yang belum kondusif, PBB bersama sejumlah mitra kemanusiaannya tetap menjalankan pelayanan di kawasan perbatasan. Bantuan juga terus disalurkan melalui pusat-pusat penerimaan dan transit yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu, (31/10/2026), OCHA menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil serta keberlangsungan operasional bantuan kemanusiaan.
“OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk personel dan fasilitas kemanusiaan, serta memastikan keluarga dapat mengakses bantuan yang mereka butuhkan dengan aman,” demikian pernyataan OCHA.
Besarnya kebutuhan penanganan pengungsi juga terlihat dari laporan Komisariat Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Hingga 29 November 2025, lembaga tersebut mencatat sebanyak 2,7 juta pengungsi Afghanistan telah kembali dari Iran dan Pakistan.
Kondisi di Torkham memperlihatkan bahwa persoalan kepulangan pengungsi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan penduduk lintas negara, tetapi juga menyangkut keselamatan warga sipil dan keberlanjutan pelayanan kemanusiaan. Perlindungan jalur perlintasan serta jaminan keamanan bagi petugas bantuan menjadi faktor penting agar proses kepulangan pengungsi dapat berlangsung tanpa menambah korban akibat konflik. []
Redaksi 01