Pesantren Tebuireng memberangkatkan 40 guru dan tenaga pendukung yayasan untuk menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung kegiatan pendidikan pesantren.
JOMBANG – Pesantren Tebuireng memberikan penghargaan kepada 40 orang dari berbagai unsur tenaga kerja di lingkungan Yayasan KH. Hasyim Asy’ari melalui program pemberangkatan ibadah umrah. Program ini menjadi bentuk apresiasi lembaga terhadap kontribusi guru, karyawan, tenaga kebersihan, petugas keamanan, hingga pekerja bagian jasa boga.
Pelepasan calon jemaah berlangsung di Gedung Yusuf Hasyim Lantai 1, Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/10/2026). Rombongan dijadwalkan berangkat menuju Bandara Internasional Juanda pada Sabtu (31/10/2026) malam.
Sekretaris Yayasan KH. Hasyim Asy’ari, Nungki, menjelaskan bahwa program penghargaan tersebut merupakan penyelenggaraan perdana yang secara khusus melibatkan berbagai unsur keluarga besar Tebuireng, tanpa membatasi penerima apresiasi pada tenaga pendidik maupun jajaran tertentu.
Sebagaimana diberitakan Tebuireng, Jumat (30/10/2026), pemberangkatan ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi para penerima penghargaan untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan di lingkungan pesantren.
Dalam acara pelepasan, para calon jemaah memperoleh pembekalan dan pesan dari Ketua Yayasan Rifky Effendi, Musta’in Syafi’i, serta Variz Muhammad Mirza. Pesan yang disampaikan mencakup kesiapan spiritual, kesehatan fisik, dan pentingnya menjaga kebersamaan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Rifky Effendi mengingatkan para calon jemaah agar meluruskan niat dan menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Ia juga mengajak mereka memaknai kesempatan tersebut sebagai bentuk keberkahan dan panggilan untuk beribadah.
“Karena ini adalah suatu berkah, undangan langsung dari Allah untuk mengunjungi Baitullah dan juga undangan dari Rasul untuk mengunjungi makam dan masjid beliau,” tutur Rifky.
Ia turut meminta para jemaah mendoakan keberlangsungan pendidikan di Pesantren Tebuireng agar lembaga tersebut terus konsisten membina santri dengan menjunjung tinggi keikhlasan dan kejujuran.
“Semoga umrahnya mabrur berangkat pulang selamat dan membawa cerita-cerita bagus dan dalam keadaan sehat,” ucapnya.
Sementara itu, Musta’in Syafi’i menekankan pentingnya menjaga sikap selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, para jemaah perlu memahami kedudukan sebagai tamu Allah sehingga dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas ibadah.
“Baitullah Ndaleme Gusti Allah itu mempunyai aturan tersendiri, mempunyai pendekatan tersendiri. Siapa saja yang paling nyemarak kepada Tuan Rumah, itulah yang paling banyak didengar jalukane atau permintaan sebagai ibadahnya,” pesan Musta’in.
Ia juga mengingatkan para jemaah agar memperbanyak amalan selama berada di Tanah Suci. Beberapa ibadah yang dianjurkan antara lain mengkhatamkan Al-Qur’an, menjaga salat berjemaah, dan membiasakan salat tahajud.
Menutup rangkaian pelepasan, Nungki mengajak masyarakat turut mendoakan perjalanan para calon jemaah agar seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan berjalan lancar.
“Semoga para calon jemaah ini aman, selamat, lancar, dan mabrur,” ungkapnya.
Program pemberangkatan umrah ini diharapkan menjadi bentuk penghargaan yang memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian terhadap seluruh unsur pendukung kegiatan pendidikan di Pesantren Tebuireng. Selain memberikan kesempatan beribadah, apresiasi tersebut juga diharapkan mendorong semangat pengabdian seluruh keluarga besar yayasan dalam mendukung keberlangsungan pendidikan pesantren. []
Redaksi 01