MUI mendorong penguatan kapasitas generasi muda Muslim agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam diplomasi Islam internasional.
JAKARTA – Indonesia dinilai memiliki peluang besar memperkuat peran diplomasi Islam di tingkat internasional karena memiliki jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Potensi tersebut perlu didukung sumber daya manusia yang memahami diplomasi, hubungan antarnegara, dan prinsip Islam moderat.
Pandangan itu disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim, dalam Pelatihan Diplomasi Islam Wasathiyah tingkat lanjut di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta Selatan, Sabtu (7/11/2026).
“Indonesia adalah negara yang sangat penting, antara lain karena menjadi negeri muslim terbesar,” ujar Sudarnoto.
Ia menilai pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya menyiapkan generasi muda Muslim yang memiliki kemampuan diplomasi. Program itu memasuki angkatan kelima dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di lingkungan pesantren.
Peserta dibekali wawasan agar dapat berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk sebagai diplomat profesional di kementerian, lembaga negara, maupun sektor strategis lainnya.
Sudarnoto juga menekankan pentingnya kemampuan menyesuaikan diri dengan perubahan global. Menurutnya, diplomasi harus diarahkan untuk memperkuat hubungan antarnegara sekaligus menjaga kepentingan nasional Indonesia.
Redaksi 01