Kajian NU Online menjelaskan pentingnya menjaga ketenangan ketika khutbah Jumat berlangsung agar jemaah dapat menyimak nasihat khatib dengan baik.
JAKARTA – Menjaga ketenangan dan konsentrasi selama khutbah Jumat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah bagi umat Islam. Kebiasaan berdzikir ketika khatib sedang menyampaikan khutbah perlu memperhatikan ketentuan adab mendengarkan nasihat keagamaan agar tidak mengganggu perhatian jemaah.
Pembahasan mengenai persoalan tersebut disampaikan melalui kajian hukum Islam yang ditulis M Mubasysyarum Bih dan diterbitkan NU Online pada Kamis (05/11/2026).
Dalam penjelasannya, ia menerangkan bahwa jemaah dianjurkan untuk diam dan menyimak khutbah dengan saksama. Anjuran tersebut tidak hanya berkaitan dengan larangan berbicara, tetapi juga aktivitas lain yang berpotensi mengalihkan perhatian selama khatib menyampaikan materi.
“Sebab hal tersebut dapat melalaikan konsentrasi jamaah dalam mendengarkan khutbah. Bila anjuran tersebut dilanggar, maka hukumnya makruh,” tulis Mubasysyarum Bih sebagaimana diberitakan NU Online, Kamis, (05/11/2026).
Penjelasan tersebut didasarkan pada Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 204 yang memerintahkan umat Islam untuk mendengarkan dan memperhatikan bacaan Al-Qur’an dengan tenang.
Kajian tersebut juga merujuk pada kitab Asna al-Mathalib karya Zakariyya Al-Anshari. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa berbicara ketika khutbah berlangsung termasuk perbuatan yang hukumnya makruh.
Salah satu hadis yang dikutip dalam penjelasan tersebut menyebutkan bahwa menegur orang lain dengan mengatakan diam ketika khatib sedang berkhutbah juga termasuk perbuatan yang tidak bermanfaat.
Selain itu, kitab Hasyiyatul Jamal karya Sulaiman Al-Jamal memberikan penjelasan mengenai aktivitas lain yang dapat mengganggu perhatian jemaah. Beberapa di antaranya adalah berjalan di antara saf untuk meminta-minta, mengedarkan wadah minuman, membagikan kertas, serta bersedekah ketika khutbah berlangsung.
Aktivitas tersebut dinilai dapat mengalihkan perhatian jemaah dari mendengarkan khutbah dan berdzikir.
Pembahasan ini menjadi pengingat bahwa pelaksanaan ibadah Jumat tidak hanya berkaitan dengan rangkaian gerakan dan bacaan salat, tetapi juga membutuhkan sikap tertib, ketenangan, dan penghormatan terhadap penyampaian khutbah.
Dengan memahami adab tersebut, jemaah diharapkan dapat mengikuti khutbah secara lebih khusyuk dan memperoleh manfaat dari nasihat yang disampaikan khatib. []
Redaksi 01