Kemenag Kota Bandar Lampung mendorong peningkatan kompetensi guru melalui integrasi kecerdasan buatan, kurikulum berbasis cinta, dan penguatan pendidikan karakter serta nilai-nilai keislaman.
BANDAR LAMPUNG – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan madrasah di Kota Bandar Lampung. Kementerian Agama (Kemenag) mendorong para guru mengintegrasikan teknologi digital dengan pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman agar madrasah mampu menghadapi tantangan pendidikan global tanpa kehilangan identitasnya.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Bandar Lampung Erwinto saat membuka pelatihan Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bandar Lampung di aula madrasah tersebut, Sabtu (31/10/2026).
Pelatihan bertajuk “Guru Madrasah Inspiratif: Mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta dan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Madrasah” itu menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam menghadapi perubahan metode pembelajaran di era digital.
Erwinto menegaskan, penggunaan teknologi dalam pendidikan harus tetap berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan penguatan pemahaman agama. Menurutnya, penguasaan teknologi saja tidak cukup untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas apabila tidak dibarengi landasan moral dan spiritual.
“Pendidikan madrasah harus mampu menjawab tantangan zaman melalui integrasi kecerdasan buatan dan kurikulum berbasis cinta, tanpa meninggalkan akar pendidikan karakter, pemahaman fikih, serta ketauhidan yang kokoh bagi peserta didik,” ujar Erwinto.
Ia menjelaskan, pengembangan pendidikan madrasah mengacu pada Asta Protas atau Delapan Program Prioritas Kemenag 2025–2029 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 244 Tahun 2025. Kebijakan tersebut menjadi landasan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, profesionalisme tenaga pendidik, serta pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan.
Salah satu fokus pengembangannya adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul dan ramah anak. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan (GTK) melalui digitalisasi layanan berbasis Government Internal System (GIS).
Penguatan kemampuan teknologi kecerdasan buatan dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) juga menjadi bagian dari arah pengembangan pendidikan madrasah. Di sisi lain, pengelolaan administrasi dan keuangan didorong menggunakan sistem digital yang terintegrasi secara nasional.
Erwinto menilai, penerapan kebijakan tersebut membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, terutama guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran. Karena itu, kegiatan peningkatan kapasitas pendidik menjadi penting agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara tepat dan memberikan manfaat langsung bagi peserta didik.
Pelatihan KKG MIN 1 Bandar Lampung tersebut turut dihadiri jajaran Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Lokadiklat Keagamaan Kota Bandar Lampung, Mustika dan Sri Sunarti, Pengawas Pembina Bahrin, Kepala MIN 1 Bandar Lampung Hizbuddin Burmelli, serta para guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) MIN 1 Bandar Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, penguatan kompetensi guru diharapkan dapat mempercepat adaptasi madrasah terhadap perkembangan teknologi pendidikan. Integrasi kecerdasan buatan, kurikulum berbasis cinta, dan pendidikan nilai-nilai Islam diharapkan mampu melahirkan generasi yang cakap secara digital, berkarakter kuat, serta memiliki pemahaman keagamaan yang kokoh. []
Redaksi 01