PROBOLINGGO – Perlindungan santri dan tata kelola lembaga menjadi perhatian dalam pembinaan pondok pesantren dan madrasah diniyah di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan belajar yang aman sekaligus memperkuat administrasi lembaga pendidikan keagamaan.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Krejengan dalam kegiatan bertema penguatan pesantren ramah anak, legalitas, dan administrasi. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan peran pengelola lembaga, pendidik, orang tua, dan pemerintah dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori, mengajak seluruh pihak membangun komitmen bersama. “Mari kita bangun komitmen bersama untuk menghadirkan pesantren dan madrasah ramah anak yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Selain perlindungan anak, pembinaan juga menyoroti dukungan operasional lembaga. Ketua FKDT Kecamatan Krejengan, Sugianto, menyampaikan bahwa 49 lembaga telah menerima Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), sedangkan 12 lembaga lainnya masih dalam tahap pengusulan.
Penguatan perlindungan, administrasi, dan dukungan operasional diharapkan membantu pesantren serta madrasah diniyah menyediakan pendidikan yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Redaksi 1