Melalui program kokurikuler selama tiga pekan, murid kelas IX MTsN 6 Sleman menghasilkan poster dan video kampanye sebagai wujud kreativitas sekaligus kepedulian terhadap persoalan lingkungan madrasah.
SLEMAN – Kampanye kreatif melalui poster dan video menjadi salah satu cara murid MTs Negeri 6 Sleman menyuarakan kepedulian terhadap persoalan di lingkungan madrasah. Setelah menjalani kegiatan kokurikuler selama tiga pekan, murid kelas IX mendapat penghargaan atas kreativitas, kerja sama, dan gagasan solusi yang mereka hasilkan, Jumat (30/10/2026).
Penghargaan tersebut diberikan di aula masjid MTs Negeri 6 Sleman sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan murid dalam kegiatan bertema “Dari Bisa Menjadi Peduli dan Bermakna”. Program ini dirancang untuk mendorong peserta didik tidak hanya memahami persoalan di sekitarnya, tetapi juga mampu mengambil peran dalam mencari penyelesaian.
Selama kegiatan berlangsung, murid melakukan pengamatan terhadap berbagai permasalahan di lingkungan madrasah. Hasil pengamatan kemudian dianalisis untuk merumuskan solusi yang dikemas dalam bentuk poster dan video kampanye.
Karya-karya tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui media sosial agar pesan positif yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak warga madrasah. Pendekatan ini sekaligus memberikan pengalaman kepada murid dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana komunikasi dan penyebaran edukasi.
Kepala MTs Negeri 6 Sleman, Siti Juwariyah, mengapresiasi antusiasme dan kesungguhan seluruh murid selama mengikuti rangkaian kegiatan. Ia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti pada penyelesaian tugas atau pembuatan karya, tetapi berkembang menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan kokurikuler ini tidak hanya menghasilkan karya berupa poster dan video, tetapi juga mampu membentuk karakter murid yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Kemampuan yang dimiliki harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari bisa menjadi peduli dan akhirnya memberikan makna bagi diri sendiri, orang lain, dan lingkungan madrasah.”, ujarnya.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Dengan begitu, murid tidak hanya mampu mengenali persoalan, tetapi juga memiliki keberanian dan tanggung jawab untuk berkontribusi dalam mengatasinya.
Kegiatan pemberian penghargaan tersebut turut melibatkan para fasilitator kokurikuler dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum. Apresiasi diberikan berdasarkan partisipasi, kreativitas, kerja sama, serta kepedulian yang ditunjukkan murid selama program berlangsung.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 6 Sleman berharap pembelajaran kokurikuler dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk menghubungkan pengetahuan dengan tindakan nyata. Semangat berkarya dan kepedulian terhadap lingkungan diharapkan terus tumbuh sehingga murid mampu menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan madrasah. []
Redaksi 01