Universitas Darunnajah, Pondok Pesantren Darunnajah, MUI, diplomasi Islam, Islam Wasathiyah, Junaidi Rianto, Marsudi Syuhud, santri, akademisi.
JAKARTA – Pesantren dan perguruan tinggi Islam dinilai dapat menjadi ruang pengembangan kemampuan diplomasi yang bermanfaat bagi hubungan sosial maupun internasional. Hal itu menjadi salah satu tujuan Pelatihan Diplomasi Islam Wasathiyah Tingkat Lanjut yang diselenggarakan Universitas Darunnajah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan di Universitas Darunnajah, Jakarta, tersebut melibatkan santri, dosen, akademisi, dan peserta dari sejumlah lembaga. Program ini diarahkan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan diplomasi para peserta.
Wakil Rektor III Universitas Darunnajah Junaidi Rianto berharap pelatihan tersebut memberi manfaat lebih luas bagi lembaga pendidikan dan pesantren.
“Harapannya, dengan pelatihan diplomasi ini akan banyak menambah wawasan dan meningkatkan kualitas diplomasi di berbagai pihak, baik di universitas, Pondok Pesantren, maupun lembaga-lembaga lainnya yang mengikuti kegiatan hari ini,” ujar Junaidi.
Ia juga menyambut peluang keberlanjutan kerja sama dengan MUI. Menurutnya, pelatihan berkelanjutan dapat membuka kesempatan bagi lebih banyak santri dan akademisi untuk memahami diplomasi.
Dalam kegiatan yang sama, Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud menyampaikan bahwa diplomasi juga dapat diterapkan dalam hubungan antarkeluarga, antarindividu, antarbangsa, dan antarumat beragama.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kapasitas pesantren dan perguruan tinggi dalam membangun hubungan yang saling menghormati serta damai.
Redaksi 01