Memperingati milad kelima, Surau BMC di Bandar Lampung menggabungkan kegiatan ibadah, bantuan untuk 10 masjid, pemberian peralatan pertukangan, dan Pasar Bahagia sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis rumah ibadah.
BANDAR LAMPUNG – Pemanfaatan rumah ibadah sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan milad kelima Surau BMC di Way Kandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung. Melalui kegiatan bertajuk Satu Mihrab GERBANG SURGA (Gerakan Bangun Subuh Bersama Warga), pengelola surau memadukan aktivitas keagamaan dengan penyaluran bantuan sosial dan penguatan ekonomi warga, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 04.00 WIB di Jalan Tirtaria, Gang Melati VI tersebut tidak hanya diisi dengan ibadah berjemaah, tetapi juga menghadirkan program bantuan untuk masjid dan masyarakat serta Pasar Bahagia sebagai sarana aktivitas ekonomi berbasis komunitas.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjung Senang, Muhammad Makhsun, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Erwinto, mengapresiasi inisiatif pengelola Surau BMC dalam mengembangkan fungsi rumah ibadah.
Menurut Makhsun, masjid dan surau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara terarah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia menilai, program yang dijalankan Surau BMC menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Karena itu, ia berharap inisiatif serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan Kemenag, khususnya KUA Tanjung Senang.
Dalam kesempatan tersebut, Makhsun juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Erwinto yang tidak dapat menghadiri kegiatan karena sedang mengikuti Anjau Silau atau Safari Subuh di Kecamatan Kemiling.
Rangkaian peringatan milad diawali dengan salat Subuh berjemaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an dan tausiah agama yang disampaikan Edison. Setelah kegiatan keagamaan, pengelola Surau BMC melanjutkan acara dengan penyaluran bantuan kepada sejumlah rumah ibadah dan warga.
Bantuan yang disalurkan meliputi token listrik senilai Rp300.000 untuk masing-masing dari 10 masjid serta peralatan pertukangan bagi warga. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat sosial yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar lingkungan surau.
Suasana kebersamaan kemudian berlanjut melalui sarapan bersama dan kunjungan ke stan Pasar Bahagia. Dalam kegiatan tersebut, jemaah dapat menukarkan kupon yang telah disediakan panitia untuk memperoleh berbagai kebutuhan yang tersedia.
Perayaan lima tahun Surau BMC ini diharapkan menjadi momentum memperluas peran rumah ibadah, tidak hanya sebagai tempat menjalankan ibadah, tetapi juga sebagai ruang membangun solidaritas, kepedulian sosial, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Kolaborasi dengan Kemenag melalui KUA setempat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program pemberdayaan umat berbasis masjid dan surau. []
Redaksi 01