{"id":112,"date":"2026-10-29T18:00:30","date_gmt":"2026-10-29T18:00:30","guid":{"rendered":"https:\/\/lenterahikmah.com\/?p=112"},"modified":"2026-10-29T18:00:30","modified_gmt":"2026-10-29T18:00:30","slug":"pasar-di-sudan-dibom-perempuan-dan-anak-turut-jadi-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/2026\/10\/29\/pasar-di-sudan-dibom-perempuan-dan-anak-turut-jadi-korban\/","title":{"rendered":"Pasar di Sudan Dibom, Perempuan dan Anak Turut Jadi Korban"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NYALA<\/strong> \u2013 Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan 113 lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang menghantam sebuah pasar di Kota Nyala, Negara Bagian Darfur Selatan, Sudan, pada Senin (26\/10\/2026) malam. Serangan yang terjadi ketika pasar dipadati pedagang dan pengunjung itu turut menewaskan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, di tengah perang berkepanjangan antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces\/RSF).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelompok pemantau hak asasi manusia Emergency Lawyers menyampaikan bahwa serangan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Organisasi itu menuding Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces\/SAF) bertanggung jawab atas serangan yang menghantam kawasan perdagangan di Nyala.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan laporan Associated Press (AP) dan Al Jazeera hingga Kamis (29\/10\/2026), jumlah korban masih belum dapat diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses menuju lokasi pertempuran. Meski demikian, sejumlah organisasi kemanusiaan memastikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan korban massal dan membebani fasilitas kesehatan setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Organisasi kemanusiaan internasional Dokter Lintas Batas (M\u00e9decins Sans Fronti\u00e8res\/MSF) melaporkan bahwa Rumah Sakit Pendidikan Nyala menerima sedikitnya 36 jenazah setelah serangan. Sebanyak 21 jenazah di antaranya ditemukan mengenakan pakaian sipil, sementara lebih dari 150 orang terluka mendapatkan penanganan di instalasi gawat darurat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MSF juga mengungkapkan bahwa serangan berikutnya menghantam kawasan permukiman penduduk. Tim medis menemukan korban mengalami luka akibat serpihan ledakan, luka bakar serius, serta cedera pada sejumlah bagian tubuh.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Banyak Korban<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan keterangan saksi mata yang dihimpun AP, ratusan anggota RSF berada di kawasan pasar ketika serangan terjadi. Kehadiran para anggota kelompok paramiliter tersebut membuat sejumlah pedagang berkumpul untuk menawarkan makanan, minuman, rokok, dan berbagai kebutuhan sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang pedagang rokok yang menyaksikan kejadian menjelaskan bahwa pesawat nirawak menghantam kawasan tersebut ketika aktivitas perdagangan masih berlangsung. Ledakan menewaskan sejumlah anggota kelompok bersenjata dan perempuan yang sedang berjualan makanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saksi lainnya memperkirakan sedikitnya 14 warga sipil ikut menjadi korban tewas. Namun, kesaksian tersebut belum dapat digunakan untuk memastikan keseluruhan jumlah korban sipil karena terdapat perbedaan pendataan di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Identitas para saksi dirahasiakan karena kekhawatiran terhadap kemungkinan tindakan balasan dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Laporan Korban<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan laporan mengenai jumlah korban menjadi persoalan dalam upaya memastikan dampak sebenarnya dari serangan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Emergency Lawyers melaporkan lebih dari 100 orang tewas dan 113 terluka. Sementara itu, Sudan Doctors Network pada Rabu (28\/10\/2026) menyampaikan laporan awal sebanyak 21 orang meninggal dunia dan lebih dari 40 lainnya terluka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Laporan lain yang disampaikan Radio Dabanga menyebut otoritas kesehatan pemerintahan bentukan aliansi Tasees mengklaim jumlah korban mencapai 188 orang tewas dan 356 terluka. Angka tersebut belum memperoleh konfirmasi independen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Mohamed Didan, juru bicara pasukan operasi khusus yang bersekutu dengan militer Sudan, mengklaim bahwa serangan udara di kawasan Dumaya, sebelah barat Nyala, menewaskan lebih dari 150 anggota baru milisi RSF.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Klaim mengenai sasaran militer tersebut belum dapat dipastikan sebagai penjelasan atas seluruh korban di kawasan pasar. Hingga laporan ini disusun, bukti independen yang tersedia belum cukup untuk memastikan jumlah akhir korban maupun keseluruhan identitas mereka.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Perlindungan Warga Sipil<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan terhadap kawasan perdagangan dan permukiman kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga sipil dalam konflik Sudan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">MSF mengecam serangan tersebut dan menegaskan bahwa pasar, rumah penduduk, serta infrastruktur sipil harus dilindungi dari tindakan militer. Organisasi itu mendesak seluruh pihak yang berperang untuk mematuhi kewajiban perlindungan penduduk sipil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pekerja kemanusiaan di Darfur, Mubarak Bekheit, mengungkapkan bahwa sejumlah penduduk masih dilaporkan hilang setelah serangan. Sebagian jenazah juga belum dapat dievakuasi dari kawasan permukiman yang terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, masyarakat terus hidup dalam ketakutan akibat ancaman serangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan di tengah situasi keamanan yang tidak menentu.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Perang Sudan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan di Nyala terjadi ketika perang antara SAF dan RSF yang pecah pada April 2023 belum menunjukkan penyelesaian menyeluruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kota Nyala merupakan salah satu pusat penting kekuasaan RSF di wilayah Darfur. Persaingan antara kelompok paramiliter dan militer Sudan telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terganggunya perdagangan, serta meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan AP, konflik Sudan telah menewaskan sedikitnya 59.000 orang dan mengakibatkan sekitar 13 juta orang mengungsi. Sekitar 34 juta penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan, sementara ancaman kelaparan terus memburuk di Darfur dan Kordofan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperingatkan meningkatnya penggunaan pesawat nirawak dalam konflik Sudan. Serangan terhadap kawasan sipil dan infrastruktur penting menjadi ancaman serius bagi penduduk yang telah mengalami dampak perang selama lebih dari tiga tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa di Pasar Nyala memperlihatkan bahwa warga sipil tetap menghadapi risiko kematian, kehilangan mata pencaharian, dan keterbatasan layanan kesehatan, terlepas dari pihak mana yang menguasai wilayah tempat mereka tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belum adanya kepastian mengenai jumlah korban dan sasaran serangan semakin menegaskan pentingnya penyelidikan independen untuk memastikan kronologi, pertanggungjawaban, serta kemungkinan pelanggaran hukum humaniter internasional. []<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NYALA \u2013 Lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan 113 lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak (drone) yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":113,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[292,157],"tags":[323,309,310,322,325,321,315,319,316,311,324,314,317,318,312,313,308,320],"class_list":["post-112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ibtilak","category-mutakhir","tag-berita-internasional","tag-darfur","tag-darfur-selatan","tag-dunia-islam","tag-hukum-humaniter-internasional","tag-konflik-afrika","tag-korban-perang-sudan","tag-krisis-kemanusiaan-sudan","tag-militer-sudan","tag-nyala","tag-organisasi-kemanusiaan","tag-perang-sudan-2026","tag-rapid-support-forces","tag-rsf","tag-serangan-drone-sudan","tag-serangan-pasar-darfur","tag-sudan","tag-warga-sipil-sudan"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan.webp",770,513,false],"thumbnail":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan-150x150.webp",150,150,true],"medium":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan-300x200.webp",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan-768x512.webp",640,427,true],"large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan.webp",640,426,false],"1536x1536":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan.webp",770,513,false],"2048x2048":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan.webp",770,513,false],"reviewnews-large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan.webp",770,513,false],"reviewnews-medium":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/bom-sudan-590x410.webp",590,410,true]},"author_info":{"info":["lenterahikmah"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/category\/ibtilak\/\" rel=\"category tag\">Ibtilak<\/a> <a href=\"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/category\/mutakhir\/\" rel=\"category tag\">Mutakhir<\/a>","tag_info":"Mutakhir","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":114,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions\/114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}