{"id":109,"date":"2026-10-29T17:56:53","date_gmt":"2026-10-29T17:56:53","guid":{"rendered":"https:\/\/lenterahikmah.com\/?p=109"},"modified":"2026-10-29T17:56:53","modified_gmt":"2026-10-29T17:56:53","slug":"6-430-pasien-gaza-butuh-evakuasi-medis-prioritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/2026\/10\/29\/6-430-pasien-gaza-butuh-evakuasi-medis-prioritas\/","title":{"rendered":"6.430 Pasien Gaza Butuh Evakuasi Medis Prioritas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>GAZA<\/strong> \u2013 Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, semakin mengkhawatirkan setelah Kementerian Kesehatan setempat mengungkapkan sebanyak 21.468 pasien dan korban luka masih membutuhkan pengobatan di luar wilayah tersebut. Puluhan orang dilaporkan meninggal dunia ketika menunggu izin evakuasi, sementara serangan militer Israel terus berlangsung meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan Gaza, Kamis (29\/10\/2026), menyatakan bahwa dari keseluruhan pasien dan korban luka yang membutuhkan perawatan di luar negeri, sebanyak 6.430 orang telah masuk kategori prioritas evakuasi medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah setempat kembali mendesak pembukaan akses perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir agar pasien dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan yang tidak tersedia atau sulit dijangkau di wilayah konflik tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut kementerian, penutupan perbatasan secara berulang serta keterlambatan proses administrasi telah memperburuk kondisi ribuan pasien. Sejumlah penderita penyakit serius dan korban luka mengalami penurunan kesehatan sebelum mendapatkan kesempatan menjalani perawatan di luar Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan Gaza menilai hambatan dalam prosedur pemindahan pasien telah mengubah jalur evakuasi yang seharusnya menjadi sarana penyelamatan jiwa menjadi persoalan kemanusiaan yang semakin mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Data kementerian menunjukkan bahwa sejak Februari 2026, sebanyak 3.056 pasien dan korban luka berhasil dievakuasi untuk menjalani pengobatan di luar Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.614 orang diberangkatkan melalui perbatasan Rafah, sedangkan 442 orang lainnya melalui perlintasan Karem Abu Salem atau Kerem Shalom yang berbatasan dengan Israel.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, jumlah pasien yang berhasil dievakuasi masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kebutuhan penanganan medis yang terus meningkat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan mendesak agar pembatasan dan hambatan administratif terhadap perjalanan pasien dihapus serta kapasitas evakuasi harian ditingkatkan untuk mengurangi penumpukan daftar tunggu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Diserang Lagi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tengah meningkatnya kebutuhan evakuasi medis, serangan militer Israel kembali menimbulkan korban jiwa di sejumlah wilayah Jalur Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan laporan Al Jazeera, dua warga Palestina tewas setelah sebuah pesawat nirawak Israel menembakkan dua rudal secara beruntun ke sebuah mobil sipil di kawasan kamp pengungsi Maghazi, Gaza tengah, Kamis (29\/10\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan tersebut juga mengakibatkan sejumlah orang terluka. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa untuk mendapatkan penanganan medis, termasuk tindakan operasi dan perawatan intensif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang korban dilaporkan berada dalam kondisi kritis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Koresponden Al Jazeera, Ashraf Abu Amra, yang melaporkan dari Deir al-Balah, menyebut serangan berlangsung secara mendadak tanpa peringatan sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivitas pesawat militer Israel juga dilaporkan meningkat di sejumlah kawasan Gaza, termasuk wilayah utara dan tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Jabalia, Gaza utara, seorang warga Palestina mengalami luka akibat serangan Israel dan dilarikan ke Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Situasi keamanan semakin memburuk di sekitar kamp pengungsian Halawa, sebelah timur Jabalia. Menurut laporan Al Jazeera, pasukan Israel yang berada di sekitar garis pembatas yang dikenal sebagai <em>Yellow Line<\/em> melepaskan tembakan ke arah tenda-tenda pengungsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, suara ledakan akibat tembakan artileri terdengar di kawasan Shujayea, Tuffah, dan Zeitoun di bagian timur Kota Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasukan Israel juga dilaporkan melakukan penghancuran bangunan di sejumlah wilayah yang berada dalam kendalinya, termasuk kawasan timur Deir al-Balah, Khan Younis, Kota Gaza, dan Beit Lahiya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghancuran tersebut dilaporkan menyasar rumah-rumah dan sisa infrastruktur yang masih berdiri setelah rangkaian pertempuran sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Korban Pegawai Sipil<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan pesawat nirawak Israel di kawasan Al-Mawasi, Rafah, juga dilaporkan menewaskan empat warga Palestina yang bekerja sebagai pegawai sipil Kementerian Ekonomi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut laporan Al Jazeera, para korban bertugas mengawasi kendaraan pengangkut bantuan yang memasuki Gaza melalui perlintasan Karem Abu Salem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jenazah keempat korban dimakamkan setelah dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Kamis pagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Serangan tersebut juga mengakibatkan lebih dari 30 orang mengalami luka-luka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al-Mawasi merupakan salah satu kawasan yang menampung puluhan ribu pengungsi Palestina di tenda-tenda darurat. Wilayah itu sebelumnya pernah ditetapkan Israel sebagai zona aman bagi warga sipil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam serangan lain, sedikitnya 11 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan terluka setelah artileri Israel menghantam sebuah rumah di bagian timur Kota Gaza.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan Gaza mencatat enam warga Palestina meninggal dunia dan 38 orang mengalami luka-luka dalam periode 24 jam hingga Kamis (29\/10\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Evakuasi Medis<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi keamanan yang belum stabil menambah tekanan terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza, sementara ribuan pasien masih membutuhkan layanan medis lanjutan di luar wilayah tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hambatan evakuasi tidak hanya mempersulit akses pengobatan, tetapi juga meningkatkan risiko memburuknya kondisi pasien yang membutuhkan penanganan segera.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan Gaza kembali meminta agar perlintasan Rafah dibuka untuk perjalanan medis serta prosedur pemindahan pasien dipercepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi ribuan warga Palestina yang masih berada dalam daftar tunggu, akses evakuasi medis menjadi kebutuhan mendesak untuk memperoleh perawatan dan meningkatkan peluang keselamatan di tengah krisis kemanusiaan yang berkepanjangan. []<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n<div id=\"gtx-trans\" style=\"position: absolute; left: -79px; top: 2200px;\">\n<div class=\"gtx-trans-icon\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>GAZA \u2013 Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina, semakin mengkhawatirkan setelah Kementerian Kesehatan setempat mengungkapkan sebanyak 21.468 pasien<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[292],"tags":[306,298,294,303,295,307,302,305,301,297,293,300,299,304,296],"class_list":["post-109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ibtilak","tag-berita-palestina-terbaru","tag-evakuasi-medis-gaza","tag-gaza","tag-gencatan-senjata-gaza","tag-jalur-gaza","tag-kemanusiaan","tag-kementerian-kesehatan-gaza","tag-konflik-israel-palestina","tag-korban-perang-gaza","tag-krisis-kemanusiaan-gaza","tag-palestina","tag-pasien-gaza","tag-perbatasan-rafah","tag-rumah-sakit-gaza","tag-serangan-israel"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026.jpg",2048,1365,false],"thumbnail":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-300x200.jpg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-768x512.jpg",640,427,true],"large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-1024x683.jpg",640,427,true],"1536x1536":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-1536x1024.jpg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026.jpg",2048,1365,false],"reviewnews-large":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-825x575.jpg",825,575,true],"reviewnews-medium":["https:\/\/lenterahikmah.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/palestika-diserang-lagi-29102026-590x410.jpg",590,410,true]},"author_info":{"info":["lenterahikmah"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/category\/ibtilak\/\" rel=\"category tag\">Ibtilak<\/a>","tag_info":"Ibtilak","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=109"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/109\/revisions\/111"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterahikmah.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}